Senin, 18 Januari 2010

Kisah Aku

Namaku angel, orang tuaku berharap agar aku bisa menjadi malaikat. Ya, aku memamg angel, tapi dark angel. Akan ku ceritakan kisahku. Aku adalah anak tunggal dari sebuah keluarga yang miskin harta dan miskin hati.
Aku mulai mengenal kejamnya dunia sejak umur 6th. Saat itu rumah tangga orang tuaku mulai tidak harmonis. Mereka mulai ribut masalah kecil yang seharusnya tidak perlu di ributkan. Mereka bertengkar tanpa peduli aku mendengar dan mengetahui masalah tersebut. Kala itu sering aku hanya menangis sedih, sehingga aku tidak bisa berkonsentrasi di pelajaran. Di sekolah aku menjadi orang yang pemurung, cengeng, gampang di jahili orang dan tak punya teman. Lengkaplah semuanya, aku merasa sangat menderita, kesepian, tidak di inginkan.
Ketika suatu hari guru sd ku bertanya apakah ada di antara kalian yang pernah mendengar orang tua kalian bertengkar maka dengan polosnya ku jawab hampir setiap hari mereka bertengkar. Dan sang guru pun bertanya tentang alasan pertengkaran mereka, dan dengan polosnya ku ceritakan semuanya sambil menangis dan sang guru segera membelai rambutku dengan penuh rasa iba.
Mereka semakin lama semakin sering bertengkar. Akhirnya setelah selama 4th melihat mereka bertengkar hatiku mati rasa, aku mulai belajar yang giat. Dan ternyata aku bisa berprestasi, namun sayang hal tersebut tidak membuat petengkaran mereka mereda. Ketika masuk kelas 5sd aku termasuk anak yang pintar tapi tanpa teman. Maka datang sekelompok anak2 bodoh yang mau menjadi temanku sekaligus memamfaatkan aku. Saat itu aku sadar mereka bukan ingin menjadi temanku, tapi mereka ingin memamfaatkan kepintaranku untuk membantu mereka. Namun aku juga sadar bahwa aku butuh teman. Maka ku terima uluran tangan persahabatan mereka. Suatu hari mereka mengajak aku main di rumah mereka, aku pun setuju. Ternyata mereka bukan cuma bodoh, tapi juga bergaul dengan preman. Karna tidak memiliki teman yang lain maka aku ikut bergaul dengan preman2 tsb. Hal itu berlanjut hingga aku lulus sd.
Setelah lulus SD aku masuk ke SMP favorit, di sini aku hanya memiliki sedikit teman, dan saat liburan aku mulai kerja part time. Saat itu keluarga ku sudah tidak begitu sering bertengkar, namun bukan karna keadaan sudah membaik, namun sebaliknya. Di tempat ku bekerja part time aku bertemu "Dia". Dia sangat ramah dan tampan. Dan dia memperlakukan aku selayaknya ratu. Semua orang mengatakan dia sudah menikah, namun aku tidak percaya. Aku selalu menunggu dia datang, dan di saat menunggu 1jam rasanya 1abad. Aku tergila2 padanya. Akhirnya dia jujur padaku kalau dia memamg sudah menikah. Dia mengatakan bahwa pernikahannya tidak bahagia, dan dia menyayangiku dan tetap memperlakukan aku selayaknya ratu. Aku pun mempercayainya. Lalu saat perpisahan tiba juga. Masa liburanku sudah akan berakhir sehingga aku pun mengucapkan perpisahan padanya untuk terakhir kali. Dan saat itu lha dia menciumku, dengan ciuman gaya orang dewasa. Ciuman pertama dan terakhirku dengannya. Lalu kami pun berpisah. Aku ingin mencarinya namun aku takut dia marah dan tak menginginkanku, sehingga akhirnya aku tidak mencarinya. Namun namanya selalu tersimpan di hatiku bahkan sampai saat ini.
Setelah kembali bersekolah aku pun menjadi seorang yang sangat munafik dan menjijikkan. Di rumah dan sekolah aku selalu berusaha menjadi anak baik2. Namun ketika berjalan2 aku mulai mencuri. Aku mencuri bukan karna menginginkan barang tersebut, namun karna aku menyukai perasaan berdebar2 karna takut ketahuan. Dan saat sial pun tiba, aku tertangkap sewaktu mencuri benda kecil di sebuah toko di pusat perbelanjaan. Namun ketika mereka lengah aku berhasil meloloskan diri. Namun hal tsb tidak membuatku kapok. Aku tetap melanjutkan aksiku saat aku butuh uang atau pun stres. Aku tetap menjadi anak baik di rumah dan di sekolah dan menjadi pencuri di luar. hal itu berlangsung hingga aku lulus SMA.
Masa SMA bahkan lebih kacau dari pada masa SMP, aku memamfaatkan kecantikan dan tubuh mudaku untuk menarik lelaki hidung belang. Aku mengajak mereka ke pusat perbelanjaan, lalu aku minta di belikan ini dan itu. Setelah puas belanja maka aku akan minta di antar pulang.
Kelas 3SMA aku bertemu x, x adalah orang yang baik dan sabar dengan wajah yg lumayan. Maka aku pun jadian dengan x, x juga seorang yang munafik. Dihadapan orang tuaku x bersikap selayaknya pria baik2. Namun saat bersamaku x akan menjadi serigala yang siap menelan anak domba. Saat bersamaku tangannya akan lihai mengerjaiku. Sehingga akhirnya aku menyerahkan harta ku yang paling berharga kepadanya. Lalu aku pun mulai ketagihan, sehingga akhirnya aku hamil. Saat itu aku baru lulus SMA dan x juga belum bejerja. Akhirnya ku gugurkan kandunganku. Namun hal itu ternyata terjadi lagi, aku kembali hamil. Lagi2 x memintaku mengguggurkan kandunganku, namun kali ini ku tolak. Aku minta dia bertangung jawab, namun dia tak mau. Kami bertengkar, lalu dia pergi. Aku kembali mencoba menghubunginya tapi gagal. Lalu aku mencoba mendatangi alamat yang dia berikan. Dan ternyata dia sudah pindah. Saat itu aku baru sadar kalau aku sama sekali tidak tahu apapun tentang dia. Dalam keadaan putus asa ku coba jujur pada orang tuaku. Betapa marah dan kecewanya mereka. Ibu langsung terkena serangan jantung. Ayah langsung membawanya ke rs, namun sayang semuanya sia-sia. Ibu meninggal dalam perjalanan menuju rumah sakit. Aku sangat sedih, aku merasa aku lha yang telah membunuh ibuku. Apalagi detik itu juga ayah mengatakan mulai detik tersebut aku bukan lha anaknya, dan aku di larang menghadiri pemakaman ibuku. Saat itu perasaan ku bercampur aduk. Aku berlutut dan memohon maaf pada ayah, namun keputusannya sudah bulat.
Akhirnya aku keluar dari rumah tanpa membawa apapun. Saat itu aku tidak tau mau kemana dan melakukan apa. Perasaanku campur aduk. Aku hanya terus berjalan, hingga akhirnya aku sampai ke sebuah jembatan, yang di bawahnya ada sungai. Melihat air di sungai itu membuatku berfikir untuk menebus dosa dengan nyawaku. Aku pun segera naik ke atas jembatan ,tapi tepat saat aku akan melompat, tiba2 ada tangan yang memegang tubuhku hingga aku jatuh ke jembatan. Ternyata yg menyelamatkan nyawaku adalah S. S lalu bertanya tentang masalahku, dan aku menceritakannya. Lalu aku menangis di pelukannya. Dan aku merasa hatiku sudah sedikit membaik. Lalu S menyuruhku tinggal di rumahnya sementara sampai aku dapat kerja. Lalu aku pun bertanya tentang dia. Dia pun menceritakan kalau istrinya sudah lama kabur bersama lelaki lain. Aku merasa bersalah dan meminta maaf. Namun dia tidak ingin aku minta maaf, karna menurutnya itu sudah cerita masa lalu. Dia juga menemaniku pergi ke makam ibuku setelah acara pemakaman usai. Dan setelah sebulan aku tinggal bersamanya mulai tersiar kabar miring. Bahwa aku adalah simpanan s. Padahal s memperkenalkan aku sebagai adik sepupunya. Warga meminta S mengambil sikap antara mengusirku atau menikahiku. Dan S memilih menikahiku, betapa terkejutnya aku mendengar jawaban S. Warga pun setuju dan mengatakan bahwa 3hari lagi kami akan menikah. Lalu warga pun kembali ke rumahnya masing2. Lalu aku mengatakan pada s bahwa besok aku akan meningalkan rumahnya, s menanyakan apakah dirinya tidak pantas untuk menjadi ayah dari bayi yang sedang ku kandung. Dan aku pun mengatakan bukan kamu yang tak pantas, tapi aku yang terlalu menjijikkan untukmu. Lalu s meyakinkan ku bahwa dia bisa menerima anak tersebut dan anak ku membutuhkan ayah. Akhirnya kami menikah. Aku berharap mulai sekarang aku bisa menata hidupku dari awal. Aku akan berusaha mencintai S, dan setelah bayiku lahir aku akan mencoba meminta maaf lagi pada ayah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar